Rukun sholat



1. Niat.
Yaitu hendak ingin melakukan suatu pekerjaan sambil dibarengi dengan waktumelakukan suatu pekerjaan itu. Sedangkan tempatnya niat itu dalam hati. Maka, bila niat sholat itu sholat fardhu, wajiblah berniat hendak berniat melakukan fardhunya sholat tersebut. Dan wajib pula bersengaja melakukannyadengan tegas lagi gamblang yaitu subuh atau dhuhur misalnya.Contoh : saya niat sholat fardhu subuh 2 rakaat karena allah ( dilafadzkan dalam hati bersamaan dengan takbirotul ihrom ).Atau sholatnya itu berupa sholt sunnah yang mempunyai waktu – waktu tertentu seperti sholat sunnah rowatib atau sholat yang mempunnyai sebab ( dikerjakan karena ada sesuatu), seperti sholat istisqo’ , maka wajib bersengaja melakukan dengan tegas dan jelas.Contoh : saya niat sholat sunnah istisqo’ karena allah ( dilafadzkan dalam hati bersamaan dengan takbirotul ihrom ).

2. Berdiri pada waktu yang memungkinkannya untuk dapat melakukannya.
Maka jika seseorang tidak mampu berdiri,ia diperkenankan untuk sholat dalam keadaan duduk sesuka hatinya, sedangkan duduk yang lebih utama adalah duduk iftirosy bagi orang yang sholat duduk.

3. Takbiratul ihrom.Maka, bagi orang yang mampu mengucapkan kalimat takbir, adalah wajibbaginya untuk mengucapkan : “Allahu akbar”.Dan tidak sah hukumya dalam selain kalimah diatas ( misal subhanallah, alhamdulillah, dst).Dan wajib pula hukumnya sewaktu bertakbir bersama – sama niat melakukan sholat. Adapun imam Nawawi rahimahullah cenderung menganggap cukup tentang masalah penyertaan niat dalam sewaktu bertakbir dengan cara yang lazim dibenarkanan oleh kebanyakan orang.

4. Membaca Alfatihah.Serta membaca basmalah yang mana ( menurut pandangan imam syafi’i rahimahullah )

adalah bagian dari fatihah. Barang siapa menggugurkan satu tasydid atau satu huruf dari bacaan fatihah, atau mengganti satu huruf dari bacaan fatihah dengan huruf yang lain dengan kesengajaan, maka bacaanya tidaak dianggap sah, dan sholatnya juga tidak sah. Namun jika tidak sengaja, maka hukumnya wajib mengulang kembali bacaan fatihahnya. Barang siapa yang tidak mampu membaca fatihah ( dikarenakan baru masuk islam ), maka ia boleh membaca dzikir sebagai ganti dari bacaan fatihahnya, sekiranya dzikirnya itutidak berkurang dari jumlah huruf – huruf dari surah alfatihah. Maka jika masih tidak mampu juga, maka hendaklah ia baca surah alfatihah semampunya saja. ( jika hanya mampu baca basmalah, maka cukup baginya, dengan catatan harus  cepat belajar fatihah ).

5. Ruku’.
Sedikit – dikitnya membungkuk dengan menyentuhkan ke – 2 telapak tangannya ke lututnya. ( Adapun yang paling afdhol adalah membentuk sudut 90o dan meluruskan tulang belakang dengan lehernya )Maka, jika seseorang itu tidak mampu membungkukkan badannya seperti cara diatas, maka cukuplah baginya dengan membungkuk semampu dirinya.

6. Thuma’ninah dalam ruku’.

Yaitu berhenti dengan menenangkan diri, sewaktu dalam keadaan ruku’. Mushannif ( pengarang kitab ) menjadikan tuma’ninah sebagai rukun tersendiri dalam deretan rukun – rukun sholat. Hal ini sejalan dengan pendapat imam Nawawi sebagaimana tersebut dalam kitab at – tahqiq. Sedangkan selain mushannif menjadikannya sebagai suatu sifat yang mengikuti pada sederet beberapa rukun sholat. Adapun paling sedikitnya lama tuma’ninah itu adalah sekiranya membaca “ subhanallah “ dengan sangat pelan.

7. Bangun dari ruku’ ( I’tidal ).
Sebagaimana keadaan semula sebelum ruku’. Yaitu berdirinya bagi orang yang tidak mampu berdiri dan duduknya orang yang tidak mampu berdiri.8. Tuma’ninah dalam i’tidal.

9. Sujud sebanyak 2 kali

Rakaat.Paling sedikit batasan sujud itu adalah menyentuhnya bagian kulit keningnya orang yang melakukan sholat pada tempat sujudnya ( tanpa ada penghalang kopiah atau mukenah ).Dan yang paling sempurna dari sujud itu adalah bertakbir untuk melakukan sujud, hal itu dilakukan tanpa mengangkat ke – 2tangannya dan meletakkan ke – 2 lututnya dahulu kemudian ke – 2 tangannya, kemudian kening dan hidungnya.

10.  Tuma’ninah sewaktu dalam keadaan sujud.
 tidak dianggap sempurna yaitu sekedar menyentuhkan kepalanya pada tempat sujud. tapi harus ditekan, yakni sekiranya apabila dibawah keningnya itu ada kapas, maka kapas itu terdapat tanda – tanda tindihan ( pipih ) dan begitu juga dengan ke – 2 tangannya. (bila umpamanya ada kapas juga di bawah telapaknya).

11.  Duduk diantara 2 sujud
pada tiap – tiap rakaat, baik sholat dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring.Barang siapa yang saking cepatnya duduknya, hingga posisi duduknya tidak tegak, namun mendekati sujudnya ( sehingga berkesan seperti tidak duduk ), maka tidak dianggap sah duduknya, sehingga sholatnya pun dianggap tidak sah.

12. Tuma’ninah dalam duduk diantara 2 sujud.

13. Duduk yang terakhir ( tawarruk ).

14.  Membaca doa tahiyyat akhir dalam duduk terakhir.
Paling sedikitnya do’a tahiyyat adalah : “ ATTAHIYYATUL MUBARAKATUS SHOLAWATUTH THOYYIBATU LILLAH, ASSALAMUA ALAIKA AYYUHANNABIYYU WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, ASSLALAMU’ALAINA WA’ALA IBADILLAHIS SHOLIHIN, ASYHADU ALLAILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNAMUHAMMADARROSULULLAH “ ( kehormatan , keberkahan, kesejahteraan dan kebaikan hanya bagi allah, semoga salam sejahtera melimpah padamu wahainabi dan rahmat Allah beserta keberkahan-Nya. Semoga selamatlah kami dan sekalian hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.dan aku bersaksi bahwa nabi muhammad adalah utusan Allah ).

15.  Membaca sholawat atas nabi Muhammad S.A.W
sewaktu dalam duduk terakhir.Paling sedikitnya adalah : “ ALLAHUMMA SHALLI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD “. Sedangkan membaca sholawat atas keluarga nabi muhammad dan nabi ibrohim adalah sunnah.

16.  Mengucapkan salam yang pertama dalam duduk terakhir.
Paling sedikitnya adalah : “ ASSALMU’ALAYKUM “ sebanyak 1 kali. Adapun yang paling sempurna adalah : “ ASSALU’ALAYKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH “ sebanyak 2 kali, saat berpaling ke kanan dan ke kiri.

17.  Tartib ( berurutan )
sewaktu mengerjakan rukun – rukun sholat.Maka tidak sah sholatnya  orang yang tidak urut dalam pengerjaan rukun – rukun sholat yang tersebut diatas. ( واللهاعلم بالصواب ){PASAL}

0 Response to "Rukun sholat"